Apakah alasan dibalik semua yang telah terjadi didalam hidup kita?

Apakah alasan dibalik semua yang telah terjadi didalam hidup kita?

Pertama-tama mari kita berterimakasih atas kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita. Terimakasih kepada nyawa yang masih melekat di dalam tubuh kita. Terimakasih atas tubuh yang sehat Ya Tuhan. Karena tanpa tubuh ini nyawa kita tidak akan terlihat dan tanpa nyawa, tubuh ini tidak akan berguna.

Terkadang kita suka sekali berfikir terlalu banyak (Overthinking), kita berfikir terlalu banyak alasan. Kita tidak ingin mencoba melakukan sesuatu karena kita tidak memiliki alasan yang benar-benar jelas yang bisa mengarahkan otak kita bahwa alasan tersebut sudah tepat untuk segera dilakukannya sebuah tindakan.

Tetapi itu tidak bisa dilakukan karena kita memiliki keterbatasan informasi yang tepat yang bisa memacu otak kita untuk melakukan sebuah tindakan sampai kita dapat merasan bahwa alasan itu sudah sangat tepat dan sesuai.

Lalu dari manakah tindakan yang sesuai dan tepat ini bisa kita dapatkan. Pertama-tama kita harus bisa merasakan yang namanya kebahagiaan. Karena alasan kita melakukan sesuatu apapun itu adalah agar kita bahagia.

Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa bahagia? Satu-satunya cara agar kita bisa berbahagia adalah dengan cara meningkatkan diri kita. Karena satu-satunya cara supaya kita merasakan kebahagiaan adalah kita merasa lebih baik, lebih baik dari pada diri kita yang sebelumnya.

Bagaimana caranya meningkatkan diri kita? Hal ini hanya bisa dilakukan dengan berfikir positive yaitu melakukan hal-hal yang benar dan positive. Karena hal – hal itulah yang berguna dan bisa membuat kita bahagia.

Contoh yang paling sederhana adalah bersyukur. Karena bersyukur adalah hal yang paling sederhana dan positive yang bisa kita lakukan setiap hari dengan cara bagaimanapun supaya kita bisa merasakan rasa syukur karena dengan begitu kita akan merasa lebih baik.

Jika kemarin kita lupa bersyukur, lalu hari ini kita mulai bersyukur dan kalau bisa lebih banyak dari yang kemarinnya lagi, kita akan merasa lebih baik. Jadi kalau ada cobaan yang datang, kita mampu menghadapinya.

Memang apapun yang terjadi di dunia ini selalu akan ada cobaan. Jadi cobaan yang datang dalam hidup kita bukanlah sebab akibat. Itu adalah cobaan yang di bisikkan setan kedalam otak kita agar kita semakin ragu untuk melakukan yang terbaik buat diri kita sendiri.

Misalnya saja, saat kita kita kehilangan dompet. Saat kita kehilangan dompet, otak kita yang mulanya stabil akan mulai berfikir yang macam-macam, maka disaat itulah setan akan mulai menggerakkan pikiran-pikiran negative agar kita semakin khawatir, bisa jadi marah atau sedih berlebihan tanpa berfikir solusi apa yang harus segera dilakukan.

Sehingga bukan hanya dompet, hari-hari kita pun berlalu dengan kesedihan dan kita akan semakin terpuruk. Jadi tindakan kita ditentukan dari kemampuan kita atas cobaan-cobaan tersebut. Apakah kita masih mampu untuk tenang dengan kehilangan dompet atau kita menangis seharian dan tidak melakukan apapun.

Kemudian Tuhan itu suka menunjukkan kebesaranNya. Bagaimana Tuhan itu menunjukkan kebesaranNya?

Misalnya saja kematian, tidak ada satupun di dunia ini yang bisa membeli nyawa karena tidak ada satupun di dunia ini yang bisa membuat nyawa, itu semua perkerjaan Tuhan. Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil. Itulah bagaimana Tuhan menunjukkan kebesaranNya.

Lalu kita kembali lagi berfikir, sebagus apapun tubuh kita kalau tidak ada nyawanya, itu tidak ada gunanya. Tapi hargailah pemberian Tuhan, karena apapun kondisi tubuh kita saat ini, Tuhan masih memberikan nyawa, tugas kita adalah merawat Tubuh kita sesehat mungkin.

Jadi kita harus bisa melihat dan membuka pikiran kita tentang apa yang terbaik buat kita. Dan kita harus bisa membuka pikiran kita akan apa arti kehidupan ini dalam hidup kita. Karena kalau kita tidak tahu apa-apa dan banyak mengisi otak kita dengan hal-hal yang negative, semua jawaban-jawaban yang penting untuk hidup kita ini kurang tersirat dalam kehidupan kita.

Sehingga kita menjadi mudah sedih, galau, mudah putus asa atau malah tidak mengerti mau melakukan apa. Jadi Tuhan itu suka menunjukkan kebesaranNya dan setan itu suka mencobai manusia. Jadi sebagai manusia, harus pandai-pandai bersyukur dan bisa mengatur emosi.

Contoh lain dari kebesaran Tuhan adalah jika saat ini kita sudah kaya dalam artian banyak uang. Tiba-tiba terjadi krisis ekonomi. Seperti tahun 1998. Terus yang terjadi apa? Terus kita jatuh miskin, sudah miskin dijelek-jelekin orang lain. Terus kita mulai bertanya kepada Tuhan, kenapa sih ini terjadi kepada kita?. Sebenarnya Tuhan sedang menunjukkan kebesaranNya. Bahwa Tuhan bisa mengubah apapun yang terjadi dalam hidup kita. Baik itu kaya menjadi miskin dan hidup lalu mati.

Atau dalam dunia ekonomi tahun 1930. Masa depresi bagi Negara-negara seperti amerika. Banyak yang bunuh diri, tapi dengan segelintir orang-orang yang percaya bahwa mereka mampu memperbaiki diri untuk keluar dari masa depresi. Maka sekarang mereka menjadi salah satu Negara maju. Jadi Tuhan bisa menunjukkan kebesaranNya.

Lalu apa yang menjadi tugas kita? Tugas kita adalah bukan melihat apa yang sudah terjadi di masa lalu tetapi membiarkan atau menerima apapun yang terjadi dimasa lalu, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Tugas kita bukan mencari-cari alasan mengapa hal itu sampai terjadi tetapi tugas kita adalah mencari alasan apakah yang akan kita lakukan selanjutnya setelah hal itu terjadi.

Setelah Tuhan menunjukkan kebesaranNya, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Setelah setan berusaha mencobai kita, Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Setelah kejadian itu terjadi, apa rencana kita selanjutnya itulah yang terpenting.

Bukan alasan mengapa hal tersebut terjadi namun temukan alasan yang dapat membuat kita untuk tetap bisa melanjutkan kehidupan kita. Karena jika kita masih dikasih napas oleh Tuhan, masih bisa menghirup udara, masih bisa bergerak masih bisa melihat, kita masih dikasih kesempatan oleh Tuhan untuk melanjutkan kehidupan kita di dunia ini.

Ingatlah kembali, jika kita ingin bahagia, satu-satunya keputusan yang harus kita ambil adalah mulai meningkatkan diri kita, terutama mental kita. Menjadi lebih berani hari ini, lebih bahagia hari ini apapun kondisi kita, lebih menghargai diri kita dan orang lain hari ini, menjadi pribadi yang lebih baik hari ini.

Jadi memang kalau kita melakukan hal-hal yang positive, hal-hal yang baik hari ini, walaupun kecil, atau sesederhana apapun itu, hal tersebut dapat memberikan kita perasaan yang lebih baik. Jadi apapun cobaan dalam hidup kita, kita masih bisa semangat untuk melanjutkan hidup kita.

Sangat mudah untuk melanjutkan kehidupan kita saat ini, jika kita merasa bahagia, namun jika kita tiba-tiba sedih, maka kita perlu mengingatkan diri kita sendiri.

Tips pahamilah kata-kata ini:

“(Nama kita), Saat ini cobalah menghirup udara yang dalam, itu artinya apa? Kamu itu masih hidup. Tuhan masih memberikan nafas kepada kamu. Itu artinya apa? Otak kamu masih bekerja, darah kamu masih mengalir. Jadi jika otak kamu masih bekerja, darah kamu masih mengalir, udara masih bisa dihirup untuk bernafas, itu artinya apa? Kamu harus bisa bersyukur, bersyukur masih bisa hidup dengan segala masalah yang ada dan bersyukur masih bisa berfikir untuk mencari apa sih solusi dari apa yang sudah terjadi. Apa tindakan kita selalanjutnya. Karena waktu tidak akan berhenti untuk mencegah yang sudah berlalu.”

Jika kita terus berfokus pada mengapa hal ini terjadi atau bagaimana bisa hal itu terjadi, pikiran ini hanya akan membuat kita galau dan akan muncul berbagai macam pikiran yang tidak penting, justru bukan mendapatkan solusi malah semakin setan terus dan terus mencobai kita sehingga kita menjadi overthinking dan depresi.

Yang penting itu adalah kita masih diberikan Tuhan kekuatan dan masih diberikan Tuhan kesempatan. Gunakanlah kesempatan yang Tuhan berikan itu karena Tuhan itu suka menunjukkan kebesaranNya. Maka kita harus percaya diri bahwa kita bisa melalui cobaan hidup ini. Bisa menghargai diri kita sendiri saja itu sudah kuat. Bisa bersyukur itu juga sudah kuat, berfikir positive sesederhana apapun itu juga sudah kuat. Jadi kembali kepada diri kita sendiri, temukan hal-hal positive apa saja yang bisa kita lakukan saat ini juga terutama untuk pikiran kita.

Jika kita pribadi yang tertutup, kurang terbuka dengan orang lain, kita bisa tersenyum untuk diri kita sendiri. Itu sudah hal yang paling positive yang bisa kita lakukan saat ini juga. Jika ada yang kita rasa kurang pada diri kita, misalnya ternyata kita gemuk, maka mulailah berolah-raga, mulai membaca buku-buku nutrisi, mulai mencari informasi yang tepat bagaimana menurunkan berat badan.

Lalu hargai usaha-usaha kita, ketika kita gagal, cobalah untuk berfikir apa solusinya. Bukan menyalahkan diri sendiri yang membuat kita merasa putus asa dalam menurunkan berat badan. Kita harus mulai menghargai perjuangan kita sendiri, tidak mudah memang, namun menghargai akan membuat kita semangat untuk mencoba memperbaiki diri dan melanjutkan hidup kita kedepannya.

Jadi di dalam hidup ini marilah kita berfikir apa yang harus kita lakukan selanjutnya setelah apa yang terjadi. Karena ingatlah bahwa Tuhan suka sekali menunjukkan kebesaranNya dan setan suka sekali mencobai kita dan tugas kita adalah menjaga diri kita, menjaga jiwa kita dan berusaha untuk melakukan hal-hal yang positive untuk diri kita supaya kita bahagia.

Jadi apakah alasan dibalik semua yang telah terjadi didalam hidup kita? Semua itu terjadi supaya kita tetap melanjutkan kehidupan kita sampai Tuhan mangambil nyawa ini dari badan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *