Pernahkan kita mendengar kata “Diminishing”?

Pernahkan kita mendengar kata “Diminishing”?

Diminishing artinya penurunan dan banyak sekali digunakan dalam ilmu ekonomi terutama dalam kaitan perilaku konsumen (Consumer Behaviour). Dimana penelitian tentang perilaku manusia dalam mengkonsumsi suatu produk akan sangat berpengaruh pada jumlah barang yang akan diproduksi oleh suatu pabrik.

Karena Jika suatu pabrik memproduksi sebuah barang dalam jumlah yang besar, kemudian penjualan meningkat dikarenakan manusia terus membeli barang tersebut hingga suatu titik dimana konsumen akan berhenti untuk membeli lebih banyak dari level yang mereka perlukan.

Maka akan terjadi penurunan penjualan dan proses produksi bisa berhenti. Inilah yang disebut titik diminishing. Itulah kenapa pabrik akan mematok seberapa banyak mereka akan memproduksi suatu barang untuk suatu waktu, terkadang kita akan melihat fenomena barang habis lebih sering dari pada kelebihan barang. Pabrik tersebut akan lebih memilih untuk memproduksi barang dalam level yang cukup untuk menghindari produksi yang berlebihan (Over Production).

Tidak hanya barang, fenomena diminishing ini pun bisa kita temukan pada diri kita sendiri dan dalam lingkungan kita bahkan hidup kita sendiri. Misalnya, saat kita makan. Saat kita lapar, awal waktu menyantap makanan dari lambat akan menjadi lebih cepat, kemudian mulai perlahan pada saat kenyang dan akhirnya berhenti. Jika tidak berhenti maka perut kita bisa meledak dan akan merugikan diri kita sendiri.

Begitu juga perasaan kita, Jika kita terus-terusan bersedih maka lama – lama kita tidak akan menjadi productive dan bahkan kita malah depresi. Jadi kalau memang harus bersedih, bersedihlah dalam kadar kita mampu menerimanya. Terlena dengan kesedihan tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik bahkan malah bertambah buruk.

Terlebih lagi jika kita kaitkan dengan Kehidupan kita karena sebagai manusia kita suka lupa diri. Bahwa hidup ini juga ada diminishingnya. Awalnya kita hanyalah bayi, kemudian mulai mejadi remaja, dewasa, menjadi tua dan kembali ke tanah. Ini adalah diminishing yang tidak bisa kita atur karena sudah kodrat manusia untuk terus hidup dan pada akhirnya akan mati. Kapan kita mati adalah kehendak Tuhan. Jika dibiarkan hidup terus maka akan terjadi kelebihan penduduk di dunia ini (Over population). Jadi pada suatu waktu, manusia memang harus mati tapi itu semua bukan tugas kita namun yang menciptakan kita.

Begitu juga dengan pekerjaan, awalnya belum punya pekerjaan kemudian mulai memiliki pekerjaan lalu pensiun dan mulai meninggalkan pekerjaan. Hal ini akan menciptakan lowongan kerja yang baru. Percayalah jika kita terus berusaha menyiapkan diri untuk mencari kerja, pasti ada pekerjaan diluarsana yang bisa kita lamar.

Karena akan selalu ada batas untuk bekerja dan akan selalu ada lowongan di suatu tempat dan akan selalu ada perusahaan baru yang muncul. Jika kita masih ragu saat ini, kita akan percaya saat kita mendapatkannya…Maka mari kita buktikan.

Kita sering kali lupa dengan fenomena diminishing dalam hidup kita karena kita terlalu berambisi namun lupa untuk bersyukur. Seperti bagaimana perusahaan atau pabrik berusaha untuk menjaga efek diminishing, kita pun haruslah ada control dalam hidup kita. Agar ketika kita berada pada level diminishing, kita tetap kuat dan mampu melanjutkan kehidupan kita.

Ciptakanlah perasaan cukup dalam kehidupan kita agar kita berbahagia dan tetap menjutkan rencana kita kedepannya. Karena jika kita terus berambisi namun tidak bahagia, maka kita akan menjadi lebih dekat dengan berpikir yang berlebihan (Over thinking). Bukannya ambisi kita membawa kita maju namun ambisi bisa membunuh diri kita sendiri.

Lalu apakah diminishing adalah hal yang buruk? Tentu saja bukan bahkan itu adalah hal yang wajar dan memang harus seperti itu. Karena dengan adanya titik diminishinglah kita bisa mulai sadar dimana batas kemampuan kita, kalau kita teruskan kita tahu itu bisa membahayakan diri kita sendiri.

Diminishing akan membantu kita untuk mengetahui batas dalam penggunaan apapun untuk kebaikan kita sendiri. Jika kita tidak tahu batasnya maka keserakahan dan hal-hal yang berlebihan akan semakin meningkat dan tentu hal itu tidak membawa kebaikan dalam kehidupan kita.

Contohnya saja penggunaan obat-obat terlarang. Narkoba bisa menjadi baik dalam ilmu kedokteran namun jika digunakan berlebihan akan menghancurkan penggunanya.

Rokok bisa digunakan untuk mengusir lintah, tapi kita malah merokok hingga paru-paru kita bolong. Ketika tanda-tanda diminishing mulai terlihat, seperti sesak napas bagi perokok. Mulailah berhenti merokok atau paru-paru kita akan semakin rusak.

Tidak semua dari kita bisa dinasehati maka hanya tanda – tanda diminishinglah yang bisa membuka mata dan hati kita untuk berhenti dari kebiasaan merokok.

Diminishing adalah hal yang alami untuk menjaga keseimbangan dalam hidup agar kita bisa menghargai berbagai makna dalam kehidupan kita.

Perhatikan dalam kehidupan kita, Apa saja diminishing yang sedang terjadi?

  1. Kita kecapean karena bekerja terlalu banyak? Maka ambil waktu untuk istirahat
  2. Pusing karena terlalu banyak belajar? Maka ambil waktu untuk melakukan hal lain yang menghibur.
  3. Terlalu sedih karena mengenang masa lalu? Coba untuk mengalihkan pikiran seperti membaca buku.
  4. Terlalu khawatir akan suatu keadaan? Cobalah untuk bersyukur atas apa yang saat ini kita punya yaitu diri kita sendiri.
  5. Terlalu takut? Cobalah untuk tidak menghindar atau lakukan saja jika memang membawa kebaikan. Karena terus – terusan takut tidak akan membawa kita kemana-mana.

Ada banyak hal yang bisa kita perhatikan dalam hidup kita dimana hal tersebut menjadi berlebihan yang justru tidak baik. Keseimbangan hidup perlu dijaga karena kita memiliki banyak aspek kehidupan kita yang juga perlu di tingkatkan.

Misalnya, jika pekerjaan adalah yang terpenting karena menghasilkan uang, namun ada aspek kesehatan juga. Jika kita sakit, bagaimana kita melakukan pekerjaan kita. Ada keluarga, ada teman, ada keperluan yang perlu diseimbangkan.

Pointnya adalah Jagalah keseimbangan dalam diri kita sendiri, jiwa, pikiran dan perasaan kita sendiri lalu tubuh kita sendiri kemudian kehidupan kita dan berbagai aspek yang kita punya saat ini.

Semakin naik level kehidupan kita, semakin kita harus bisa menyeimbangkan kebutuhan kita terutama mental kita. Karena segala sesuatu bermula dari apa yang kita pikirkan dan pikiran kita akan menentukan respon kita akan tindakan apa yang kita lakukan selanjutnya.

Marilah bersyukur terlebih dahulu ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *