Sudahkah kita memiliki impian kita?

Sudahkah kita memiliki impian kita?

Sebutkan manusia di dunia ini yang tidak memiliki impian?

Tidak satupun…

Setiap manusia pasti memiliki impian mereka masing-masing. Begitu juga kita. Impian adalah tujuan hidup, garis kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Masalahnya adalah sudahkah kita menemukan impian kita? Sudahkah kita tahu apa yang kita mau dalam hidup kita? Bahkan banyak diantara kita bingung untuk apa sebenarnya kita hidup di dunia ini.

Banyak diantara kita bermimpi untuk menjadi sukses adalah sebuah impian, namun sukses dalam bentuk apa? Karena jika suatu kesuksesan itu tidak bisa kita bayangkan maka kita akan mudah bingung dan putus asa saat manghadapi kegagalan atau masa sulit. Jadi kita harus bisa memperjelas bentuk kesuksesan tersebut.

Buatlah daftar keinginan kita masing-masing, mulailah memiliki sebuah buku jurnal atau catatan kecil dimana kita bisa menulis apa saja keinginan tersebut. Dari sekian banyak keinginan, pasti ada keinginan besar yang bisa kita jadikan impian. Kemudian pilihlah satu dari sekian banyak keinginan tersebut menjadi sebuah impian.

Impian adalah sebuah keinginan dimana kita bekerja demi impian kita agar bisa terwujud. Kita menginvestasikan waktu dan uang untuk mewujudkan impian tersebut. Banyak dari kita memiliki banyak keinginan namun tidak memiliki impian. Sehingga sering kita mendengar ada yang berkata, “Aku punya uang, mobil, segalanya…tapi aku tidak bahagia”. Itu karena kita belum menemukan impian sejati kita dan belum mau berfikir untuk mencari tahu apakah keinginan yang bermakna dari pada uang yang kita lakukan saat ini. Ada dari antara kita bahkan bingung mau diapakan uang yang dimiliki atau punya impian namun membutuhkan uang untuk mewujudkannya.

Banyak pula dari kita mengorbankan segalanya demi impian tersebut, berhenti bekerja demi impian atau berhenti sekolah demi impian. Padahal yang justru harusnya terjadi adalah kita bekerja demi impian kita. Jika seseorang bermimpi menjadi seoarang atlet renang nomor satu, tetapi belum punya uang untuk membeli baju renang, membayar pelatih dan sebagainya. Apakah tanpa uang bisa terwujud begitu saja?. Itu adalah hal yang naif, atau terlalu mengada-ada. Tentu saja kita akan berusaha mencari uang, bantuan atau bekerja. Disamping itu kita juga meluangkan waktu dan tenaga untuk berlatih setiap hari.

Hiduplah demi impian, ada banyak sekali bentuk impian. Temukanlah impian yang bermakna yang memberi kita kedamaian semangat dan arti hidup. Percayalah setiap di antara kita itu unik dan pastinya memiliki impian yang berbeda-beda. Kalau kita tidak hidup demi impian kita maka kita akan bingung untuk apa kita hidup. Hari – hari kita akan menjadi membosankan, bangun, makan, bekerja atau belajar, pulang kerja, makan, tidur begitu dan begitu seterusnya tanpa ada proses peningkatan yang lain. Saat terima gaji, seluruh gaji hanya habis untuk kehidupan sehari-hari. Begitu seterusnya dalam lingkaran yang sama.

Memiliki impian akan membuat kita merasa lebih hidup dan semangat sepanjang hari. Misalnya kita bekerja di kantor delapan jam sehari, dari 24 jam ada 8 jam untuk tidur. Maka ada 8 jam sisa waktu yang bisa kita gunakan untuk berbagai aktivitas. Sisakan satu atau dua jam untuk impian kita. Karena hal itu berarti dalam sehari kita menyisihkan satu atau dua jam lebih dekat dengan impian kita.

Lalu apakah bentuk impian yang tepat bagi kita? Impian bukanlah keinginan yang membuat kita tersiksa, bukanlah keinginan yang jika kita kerjakan membuat kita menjadi frustrasi. Kita sudah bekerja sepanjang hari lalu menyisihkan waktu untuk keinginan yang membuat kita tambah stress, itu bertanda keinginan tersebut tidak cocok untuk kita. Ada dari antara kita mampu dan suka melakukannya namun ada pula dari kita, memikirkannya saja sudah seperti gumpalan batu.

Impian tersebut haruslah yang membuat kita senang  dan semangat melakukannya, yang membuat kita merasa lebih hidup. Setiap kita memiliki impian yang berbeda-beda, maka temukanlah impian sejati kita masing-masing dan bekerjalah demi impian tersebut. Jika kita tidak bahagia melakukannya berarti impian tersebut bukan impian kita yang sejati. Luangkan waktu untuk mengenali diri kita sendiri lebih dalam agar kita mengenali siapa diri kita dan apa yang kita mau sebenarnya.

Hidup dalam impian sangatlah indah, tidak perduli seberapa sulitnya impian itu dapat tercapai jika memang itu adalah impian kita maka kesulitan tersebut malah akan menjadi tantangan yang menggairahkan semangat hidup. Impian juga dapat membantu kita untuk menghadapi hari – hari kita setiap harinya, dari tumpukan kerjaan dikantor, jika kita ingat bahwa itu semua demi impian kita maka kita pasti lebih bersemangat.

Jika kita masih bingung dengan impian kita, maka teruslah mencari. Cobalah hal-hal baru dan perhatikan bagaimana perasaan kita saat mengerjakannya. Percayalah, jika terus mencari maka kita pasti menemukan impian kita tersebut. Namun kita seringkali lupa untuk memenuhi panggilan impian tersebut sehingga kita terus saja melakukan hal-hal yang kita kerjakan setiap hari tanpa tujuan yang jelas.

Banyak sekali pelajar yang pergi ke sekolah atau kuliah untuk belajar apa saja tanpa alasan yang jelas. Salah satu alasan adalah karena disuruh orang tua bukan dari keinginan dari diri mereka sendiri. Banyak sekali yang bekerja dan menghasilkan uang karena mereka harus bekerja atau karena sudah lulus kuliah atau stigma masyarakat. Sangat sedikit dari kita bekerja demi impian kita namun kita bekerja karena dituntut untuk bekerja dan menghasilkan uang. Padahal jika kita bekerja demi mewujudkan impian kita, rasanya akan sangat berbeda.

Hari-hari kita akan sangat bermakna jika kita hidup demi impian kita. Mungkin bukan uang yang menjadi timbal balik dari mewujudkan impian kita namun kedamaian, kebahagiaan, semangat, percaya diri, keluarga dan semua perasaan positive lainnya. Kita sering fokus pada impian yang bisa menghasilkan uang sehingga ketika kita gagal dan tidak menghasilkan uang, kita menjadi kecewa dan sedih. Padahal justru sebaliknya, impian tersebut akan membutuhkan banyak uang, waktu dan tenaga. Namun proses dalam mewujudkan impian tersebut akan membuat kita lebih bahagia.

Sehingga setiap kegagalan dalam meraih impian tersebut menjadi rasa syukur karena kita berani mencoba untuk lebih dekat dengan impian kita dan berusaha untuk memulainya lagi. Jika kita memiliki impian untuk membuka toko kue, pertama-tama kita harus menyukai kue yang kita buat. Jika kita suka dengan kue tersebut maka kita mulai mempelajari hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kue tersebut dari skala kecil dan besar.

Waktu dan uang kita sisihkan setiap hari untuk mempelajari hal tersebut. Perhatikan perasaan kita, apa benar kita bahagia dalam proses tersebut. Karena ada diantara kita, jangankan memikirkan membuka toko kue, membuat kue tersebut saja sudah menyerah. Itu berarti bukan impian yang tepat bagi kita.

Terwujudnya impian kita dalam membuka toko kue akan memberikan suatu perasaan sukses dan pencapaian dalam hidup. Jika toko tersebut memberikan kita keuntungan lain seperti uang, maka kita akan lebih bahagia. Jika tidak, tetaplah bersyukur karena tujuan utama kita adalah mewujudkan impian kita menjadi kenyataan dan tidak semua dari kita mampu mencapai sampai ketahap ini.

Semua proses tidaklah mudah, namun perasaan bahagia akan membuat proses yang sulit menjadi proses yang menantang. Buatlah alasan-alasan yang kuat mengapa kita ingin mewujudkan impian kita tersebut. Tips: Apakah kita masih akan tetap meraih impian kita walaupun timbal baliknya bukan uang namun kebahagiaan dan kedamaian atau bahkan tujuan hidup?

Karena jika impian tersebut menghasilkan uang maka impian tersebut akan berubah menjadi pekerjaan. Ketika itu juga kita bisa memilih dengan bijak untuk sepenuhnya bekerja dalam impian kita. Jadi ketika timbal baliknya masih bukan dalam bentuk uang, masih sanggupkah kita berproses dalam mewujudkan impian kita? Jika iya maka itu memang impian sejati kita.

Selalu bersyukur dan marilah temukan impian sejati kita masing – masing …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *