Kembali ke kebiasaan lama, Mengapa bisa?

Kembali ke kebiasaan lama, Mengapa bisa?

Pernahkah kita mengalami hal ini? Setelah memutuskan diri untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik atau memutuskan untuk melakukan hal yang positive bagi kehidupan kita kemudian kita kembali ke kebiasaan buruk kita yang lama?…Pasti pernah, bahkan bisa jadi sering.

Lalu bagaimana? Apa tidak ada solusi? Tentu saja ada, Poin pentingnya adalah kita harus tahu cara kerja otak kita. Kalau kita kurang paham bagaimana otak kita bekerja maka kita akan kesulitan untuk mengubah kebiasaan lama kita. Makanya sering kita temukan timbul perasaan bahwa kita tidak bisa menahan diri kita dari hal-hal yang sebenarnya kurang baik yang bisa menimbulkan masalah. Jika hal itu baik maka tentu saja tidak ada masalah.

Hanya saja kita kurang peka terhadap informasi apa saja yang bisa mendukung otak kita agar tetap bekerja sebaik yang kita mau. Ketika cobaan datang akan sangat mudah untuk kembali ke kebiasaan lama kita yang ingin kita rubah.

Ketika kita sudah berhasil sadar pada kebiasaan lama kita yang buruk, kita berhasil memotivasi diri kita sendiri bahwa kita akan melakukan hal baik hari ini. Namun yang terjadi seminggu kemudian adalah kita malah sering kehilangan semangat mungkin karena tidak minat atau ada hambatan sehingga membuat otak kita kembali ke kebiasaan kita yang lama dan semua menjadi sia-sia.

Contoh saja misalnya, hari ini kita memutuskan untuk mengurangi mendengarkan gossip di tv dan akan menggantinya dengan membaca buku dan belajar. Karena semangat kita tinggi maka kita berhasil melakukannya selama beberapa hari. Namun seminggu kemudian, kita mulai bosan, saat kita bosan, otak kita akan berusaha menghibur diri kita.

Caranya adalah dengan mengenang kembali masa lalu, mengenang gossip di tv karena menonton gossip akan membuat kita terhibur. Maka disaat itulah kita kembali ke kebiasaan lama kita. Kita jadi lupa belajar dan membaca buku, hari-hari kita akan semakin sering di isi dengan acara di tv, tidak hanya gossip, otak kita akan mulai menular dengan acara acara lain yang kita anggap menarik. Sehingga jadilah seharian kita hanya duduk dan menonton tv. Akhirnya, saat ujian tiba, kita tidak ada waktu belajar dan hasilnya sangat buruk.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena kita hanya menggunakan satu cara untuk meningkatkan diri kita yaitu dengan niat, mungkin niat kita hanya menggunakan kata disiplin atau kata-kata yang sering kita simpan di hp kita atau dilaptop kita agar kita tetap semangat. Masalahnya adalah otak kita juga bisa bosan dengan kata-kata tersebut. Itu sebabnya mengapa ketika kita mulai merasa bosan, kata-kata motivasi yang biasa kita pakai tidak dapat membuat kita semangat untuk tetap pada niat kita. Maka kata tersebut mulai kehilangan kekuatannya.

Contoh, jika kita berniat untuk menurunkan berat badan. Kita pakai kata-kata, biasanya menuliskan angka target berat timbangan badan.  Anggaplah 50kg dan sekarang kita 60Kg. Kita mulai belajar untuk berdiet, membaca buku kesehatan ini dan itu, mulai berolahraga, dan mulai mengatur pola makan.

Namun ternyata yang terjadi adalah niat kita hanya menggebu-gebu selama seminggu, seminggu kemudian kita mulai kembali ke kebiasaan yang lama, yaitu makan apa saja dengan kurang berolah raga. Mungkin karena kita mulai merasa bosan, atau kita kecewa dengan hasil, atau kita di cobai dengan berbagai macam makanan enak yang pantang kalau kita lewatkan. Hahahaha….

Ini bukan salah kita, tapi ini memang ada yang salah dengan otak kita. Otak kita akan selalu mencari jalan keluar yang bisa membuat kita tenang, memuat kita merasa senang. Tapi otak kita tidak tahu apakah hal tersebut baik untuk kita atau tidak. Karena ketika kita mulai membesar, atau badan kita mulai bermasalah, barulah otak kita sadar bahwa kebiasaan itu buruk. Namun selagi tidak ada masalah dengan kebahagiaan kita maka otak kita akan terus bekerja seperti kebiasaan yang lama.

Itulah kenapa kita perlu belajar dari pengalaman orang lain dan perlu tahu akan hasil suatu kebiasaan dan kita bisa mencegah hal buruk terjadi pada diri kita sebelum terlambat. Jika kita orangnya sulit berubah, maka hanya pengalaman hidup diri sendirilah yang bisa merubah hidup kita dari yang buruk menjadi lebih baik.

Karena otak kita tidak tahu apa-apa sebelum kita mengisinya dengan berbagai informasi yang kita bisa serap dari dunia ini. Ketika kita memulai sebuah kebiasaan seperti merokok, kerap kali otak kita hanya bisa memprediksi bahwa hasilnya buruk namun memberi rasa nyaman pada si perokok untuk saat ini. Setelah beberapa tahun kemudian tubuh kita mulai sakit dan napas kita menjadi sesak. Saat itulah otak kita mengiayakan bahwa merokok itu berbahaya.

Kemudian barulah kita berniat untuk berhenti merokok, namun niat ini pun tidak bertahan lama, karena ketika kita mulai merasa tersiksa dari kebiasaan berhenti merokok. Otak kita akan berusaha semampunya untuk mengenang kembali masa-masa indah bersama rokok. Maka disinilah tubuh dan perasaan kita mulai terasa paling tersiksa akan godaan untuk memilih kembali merokok atau  berhenti demi kesehatan dan sering kali kita jatuh pada godaan kenangan yang lama.

Setelah kembali merokok, kita akan merasa lebih baik, lepas dari godaan tersebut. Namun lagi-lagi, tubuh kita mulai tidak tahan menahan akibat dari rokok tersebut dan otak kita kembali memberi sinyal bahwa kita harus berhenti merokok. Ini akan terus terjadi berulang-ulang, semakin lama semakin menyiksa sampai kita mati. Padahal jika kita bisa memilih untuk berhenti saat pertama kali mencoba rokok. Karena akan lebih mudah untuk berhenti.

Maka sebelum memulai sesuatu, ada baiknya kita belajar dari pengalaman hidup orang lain. Setidaknya kita bisa mencegah yang buruk terjadi pada diri kita. Itulah sebabnya pengalaman sangat berharga, hanya pengalaman yang bisa merubah pribadi kita baik pengalaman dari orang lain ataupun dari diri sendiri. Tanpa pengalaman akan sangat sulit untuk mengubah hidup kita yang lama menjadi pribadi yang baru atau tahu mana yang baik bagi kita dan mana yang harus kita hindari.

Sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan orang lain, atau keadaan dan situasi. Karena sebenarnya yang kita hadapi adalah otak kita sendiri. Jika kita sedang ada niat untuk mengubah kebiasaan lama kita yang buruk, maka bersiaplah, ini adalah perang terhadap diri sendiri, terhadap otak kita sendiri.

Itulah sebabnya niat saja tidak cukup, mendengarkan motivasi saja tidak cukup, nasehat saja tidak cukup, bahkan action saja tidak cukup. Kita harus menggunakan segala perlengkapan yang ada, karena otak kita tahu dengan pasti kelemahan kita dan berusaha menawarkan kenangan dan ide-ide yang membuat kita senang tanpa melihat kembali apa akibatnya.

Solusinya cuman satu yaitu gunakan segala ide – ide perlengkapan agar kita terus melakukan niat kita secara disiplin dan konsisten, kalau ada ide-ide yang bisa membuat kita teguh dengan cara hidup kita yang baik, terapkan, persiapkan sekarang juga. Karena suatu hari justru ide tersebutah yang akan menyelamatkan kita dari pilihan yang otak kita tawarkan.

Ide tersebut bisa jadi, menempelkan gambar gambar niat kita, misalnya niat untuk menurunkan berat badan, tidak hanya angka kg tapi juga gambar orang yang fit atau bagi perokok, gambar-gambar ceria orang yang hidupnya sehat. Bisa jadi gambar kenangan ketika dirumah sakit. Poto keluaraga, Ayah, Ibu, Kakak, Adik, dan orang – orang yang kita sayangi. Bisa juga video, atau lagu, atau merubah keadaan rumah kita atau kamar kita pribadi. Menyimpan berbagai macam kata-kata mutiara yang muncul di otak kita yang bisa kita simpan untuk dibaca lagi.

Bisa juga dengan membeli sebuah barang yang bisa membuat kita tetap teguh dengan niat kita, seperti baju, atau hadiah pada diri kita jika kita berhasil nantinya. Apa saja, ide apa saja yang membuat kita disiplin, bisa membuat kita tetap teguh dengan niat kita yang baik.

Ingatlah, ketika kita mulai tidak perduli akan ide-ide perlengkapan ini karena ide itu akan membuat kita repot atau menganggap ide – ide perlengkapan ini sepele. Disaat itulah saat yang paling dekat dengan cobaan yang otak kita mulai tawarkan.  Kita akan lupa apa akibat dari kebiasaan lama kita yang buruk dan kembali melakukan kebiasaan itu kembali dan semua yang kita lakukan selama ini akan sia-sia. Kita akan kembali mengulang semuanya dari awal, dari nol saat otak kita sadar kembali bahwa kebiasaan ini tidak baik bagi kita.

Itulah sebabnya berubah itu sulit, tapi kita tidak ada pilihan. Hanya perubahan yang bisa merubah hidup kita yang sekarang. Maka gunakanlah ide-ide perlengkapan yang otak kita tawarkan selagi dalam keadaan normal. Selagi otak kita masih mendukung kita bahwa perubahan itu penting.

Itulah sebabnya kenapa kita bisa kembali ke kebiasaan kita yang lama, karena kita kurang menerapkan ide-ide perlengkapan. Banyak orang rela membayar seminar motivasi ratusan juta rupiah hanya untuk membuat otak mereka aktiv dalam perubahan, hanya untuk mendapatkan ide-ide perlengkapan agar otak mereka tetap bekerja untuk meraih tujuan mereka masing-masing karena niat saja tidak cukup. Namun semua berasal dari niat, maka persiapkanlah diri kita….

Karena perang ini adalah perang yang paling berbahaya, musuh kita bukanlah orang yang selalu jahat kepada kita, musuh kita bukanlah orang yang selalu baik kepada kita. Tapi musuh kita adalah  orang yang  selalu memberi kita pilihan disaat kita lemah dan orang ini tahu benar apa kelemahan kita karena begitulah cara otak kita bekerja. Di saat itulah kita harus menggunakan perlengkapan yang sudah kita siapkan. Selamat Berjuang dan Semoga Berhasil!…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *