Kesederhanaan

Kesederhanaan

Sebutkan manusia di dunia ini yang tidak pernah menghadapi masalah? atau negara mana yang tidak bermasalah?

Tidak satupun…

Sering kali kita merumitkan hidup kita yang sudah rumit ini dan mempersulit diri dengan target yang paling sulit.

Jika perlu sesuatu yang mustahil. Karena ada yang berkata, raihlah cita-citamu setinggi langit. Pada akhirnya, jika target tersebut tidak tercapai maka kita mulai bingung dan kecewa. Kemudian mencari berbagai cara untuk melampiaskan rasa kekecewaan tersebut.

Lalu apakah ini normal? kita mulai bertanya kepada diri-sendiri dengan berbagai macam pertanyaan yang jawabannya kita tidak mau dengar. Karena dari lubuk hati yang paling dalam, kita justru menutup diri dari kenyataan tentang arti hidup yang sebenarnya.

Jawaban yang paling sering tersirat adalah It’s Oke. Tapi tidak, kita sering berpikir kembali It is NOT Oke.

Tentu saja apa yang kita alami ada hal yang normal. Jadi jawaban seharusnya adalah It’s Oke. Tidak ada seorang manusiapun yang luput dari yang namanya masalah. Semiskin apapun dan sekaya apapun seseorang tersebut mereka pasti pernah memiliki masalah. Kita hanya tidak tahu saja.

Jadi menjadi manusia yang bermasalah adalah hal yang normal. Lalu apakah yang membedakan? tentu saja cara  – cara kita menghadapinya. Ada yang memilih untuk bersedih, marah, minum-minuman beralkohol, merokok,  atau menggunakan obat terlarang dan bunuh diri. Ini adalah contoh yang tampak dan ada pula contoh – contoh yang kita kurang sadari seperti tidak makan atau makan yang berlebihan, tidak olahraga atau olahraga yang berlebihan yang pada akhirnya secara tidak sadar, kita sedang merusak diri kita sendiri.

Jika memang masalah itu adalah hal normal, maka kita perlu mengawasi sikap dan cara pandang kita terhadap sebuah masalah. Hal yang terpenting adalah apa yang akan kita lakukan di saat saat kita bermasalah. Di waktu kita merasakan kekecewaan berat, kesedihan yang mendalam, apapun yang kita lakukan perlu di waspadai.

Kewaspadaan ini ada di pikiran kita. Karena pada saat -saat seperti ini akan sangat banyak pikiran negative yang berusaha untuk mendominasi pikiran positive kita. Sesaat kita berfikir bahwa masalah kita tidaklah seberat masalah tetangga kita. Namun ada pikiran baru yang berusaha menyelip hati kita bahwa hidup mereka bukanlah hidup kita. Seakan-akan kita tidak boleh puas dengan pikiran kita untuk menjadi lebih tenang terhadap masalah yang saat ini kita hadapi.

Tentu saja, satu satunya cara untuk menjadi lebih tentram menghadapi masalah adalah memilih pikiran positive dari berbagai pikiran negative. Kita harus bisa mendengar lebih pada hal-hal positive. Hal-hal yang menentramkan hati kita. Dan ini bukanlah perkara mudah…ini sangat sulit… Perlu latihan, berulang-ulang. Kita mungkin akan jatuh pada pikiran negative kita namun kita harus bisa untuk bangkit kembali sebelum pikiran negative menguasai kita sepenuhnya dan menjadikan kita depresi berat.

Lalu bagaimana agar kita menjadi lebih kuat dalam berpikir positive dalam hidup kita? cara yang paling mudah adalah dengan menjadi pribadi yang sederhana. Jika kita bisa menurunkan level ke egoisan kita menjadi lebih sederhana, lebih banyak bersyukur, menganggap hal-hal kecil adalah hal-hal yang berarti, pasti kita akan lebih bahagia. Tidak akan ada masalah yang bisa membuat kita merasa sedih dan putus asa.

Contoh saja, saat kita meminum segelas air, pada saat itu juga kita mendapatkan kabar bahwa kita dikeluarkan dari sekolah. Kita harus mampu untuk bersyukur bahwa bisa minum saja sudah membuat kita bahagia terlepas dari kabar yang kita semua pasti sedih kalau harus dikeluarkan dari sekolah karena nilai kita yang buruk padahal sudah belajar semampunya.

Tidak mudah, tapi bukan mustahil. Perlu dilatih, banyak anak muda tidak melatih diri menjadi pribadi yang sederhana namun lebih kepada ambisi dan target -target tinggi yang tidak disertai mental untuk menerima pahitnya kegagalan. Sehingga bukannya meraih apa yang mereka impikan malah justru jatuh kelubang kesengsaraan yang lebih dalam, frustrasi dan depresi.

Menjadi pribadi yang sederhana bukanlah hal yang biasa namun luarbiasa karena perlu dilatih. Ada banyak cobaan dalam hidup dan masalah tidak hanya datang dari diri kita sendiri namun juga dari luar seperti bencana alam atau krisis ekonomi. Kita harus bisa perpikiran yang terbuka dalam menghadapi suatu masalah, melihat apa saja yang bisa kita syukuri. Jika kita kurang bersyukur bukan berarti kita tidak bisa bersyukur namun karena kurang dilatih. Bahkan bersyukur pun harus dilatih.

Sebagai manusia, kita suka lupa, lupa atas kodrat sebagai manusia. Lingkungan membentuk diri kita, bagaimana kita dimata mereka namun yang membuat kita berbeda adalah jati diri kita sendiri. Siapa diri kita menurut kita sendirilah yang paling penting. Dan lagi hal ini perlu dilatih untuk bisa menemukan siapa kita yang sebenarnya, apakah kita dilahirkan agar bisa bernyanyi, atau melukis, pandai di bidang olahraga atau matematika.

Disamping kesibukan kita sehari-hari kita harus bisa meluangkan waktu untuk diri kita sendiri. Dengan begitu kita akan bahagia atas diri kita sendiri dan tidak mempermasalahkan anggapan orang lain atau menyalahkan mereka terhadap apa yang kita kerjakan dan siapa kita.  Kita harus bisa mengapresiasi diri kita sendiri. Disitulah letak pribadi yang  sederhana lebih mudah di bentuk.

Menjadi pribadi yang sederhana, kita perlu berlatih untuk mampu memilih pikiran-pikiran positive agar tindakan kita juga baik. Untuk berpikir positive kita harus berlatih bersyukur pada hal yang paling terkecil yang kita punyai. Sehingga kita mampu melihat sisi-sisi baik yang terjadi dalam hidup kita disamping hal yang mengecewakan yang terjadi.

Kemudian untuk mampu bersyukur kita harus berpikiran terbuka, penguasaan diri untuk mampu mengendalikan diri kita dari perasaan sedih dan kecewa dan ini juga perlu dilatih. Yang terakhir adalah menemukan jati diri kita yang sebenarnya, bukan atas anggapan orang lain namun diri kita sendiri. Luangkan waktu untuk mengetahui apa yang kita mau dan apa yang kita rindukan.

Terkadang ada kebingungan dalam proses tersebut, itu adalah hal yang wajar karena itu menandakan kita dalam proses. Biarkan diri kita untuk diproses, biarkan proses itu membentuk diri kita. Karena ketika kita yakin siapa kita dan apa yang kita mau maka kita akan bisa menerima kekurangan dan kelebihan dunia ini.

Kita akan merasa berkecukupan dan semangat untuk hidup apapun situasinya karena kesederhanaan adalah kemampuan kita untuk bersyukur di saat sulit yang mendatangkan jiwa yang tentram dan bahagia.

Mari berlatih menjadi pribadi yang penuh kesederhanaan…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *