Meditasi

Meditasi

Meditasi merupakan salah satu cara yang paling sederhana untuk diterapkan dalam hal pengaturan pikiran antara kita dan diri kita sendiri. Setiap manusia memiliki berbagai macam pikiran yang terdiri dari positif dan negatif. Dengan selalu bisa mengatur pikiran kita, kita akan bisa mengatur pola perasaan kita. Lebih memilih pikiran positif dari pada negatif. Jika kita tidak bisa mengatur pikiran kita, maka perasaan kita bisa menjadi kacau.

Tentu saja hal ini sangat penting agar kita bisa memaknai arti kehidupan kita masing-masing dan lebih menghargai diri-sendiri.

Cara Meditasi

Luangkan waktu kita, cari waktu yang tepat dari kesibukan kita sehari-hari. Waktu yang terbaik adalah di pagi hari ketika matahari akan bersinar atau sore hari ketika matahari akan tenggelam.

Pilih tempat dimana kita bisa melepaskan segala pikiran lain. Sempatkan waktu untuk mencari tempat-tempat yang menurut kita sangat damai, indah, sejuk dan tenang. Jika kamar kita tidak membuat kita tenang maka pergilah keluar, cari taman atau tempat wisata. Dimana saja yang menurut kita, tempat tersebut mampu membuat kita damai.

Pergilah sendirian, karena bagaimanapun teman akan mengusik pikiran kita. Setidaknya pergilah sendirian dari berbagai kesempatan bersama yang lain. Saat kita sendirianlah kita lebih mudah memperhatikan apa yang hati kita akan ungkapkan.

Pastikan tubuh kita berenergi, meditasi bukan untuk menyiksa diri. Tapi untuk mengetahui apa yang ada dalam pikiran kita. Kita akan butuh tenaga untuk memilih pikiran postive dan mengabaikan pikiran negative.

Posisikan tubuh kita senyaman mungkin, bisa dengan duduk, berdiri ataupun tidur.

Mulailah dengan menarik napas pelan yang dalam, ini bukan Yoga tapi meditasi. Hembuskan napas secara perlahan. Bernapaslah...

Lihatlah sekeliling kita, perhatikan keindahan yang ada, saat pagi hari udara akan lebih dingin, rasakanlah rasa dingin tersebut pada kulit kita merasuk kedalam tubuh kita.

Mulailah menutup mata, dan mulai bersyukur. Bersyukurlah kepada Tuhan, sang pencipta. Sebutkan setiap hal-hal kecil yang bisa kita syukuri dalam hidup kita. Hal ini akan membosankan. Tapi percayalah dalam waktu 3 bulan dengan konsisten. Kita justru membutuhkan refleksi ini untuk meningkatkan rasa tentram dan bahagia dalam diri kita.

Hal ini terjadi karena kita mulai melihat bahwa apa yang kita inginkan bukanlah segalanya. Namun apa yang kita punya saat ini sudah cukup. Hal ini akan membuat kita berani menghadapi hari esok, Karena kita akan mulai merasa mampu untuk menghadapi tantangan hidup dan berpikiran terbuka. Rasakan rasa syukur tersebut dalam-dalam seperti hal tersebut sama besarnya seperti rasa keinginan kita jika tercapai.

Kemudian mulai refleksi diri. Melihat apa yang hari ini akan kita lakukan. Saat kita memasuki sesi ini maka akan mulai muncul pikiran-pikiran negative. Misalnya keraguan, ketidak percayaan diri, kebosanan, malas, kesedihan, marah, ketidakpastian. Maka disaat ini kita harus bisa mengabaikan itu semua seperti asap. Karena bagaimanapun juga kita harus melakukan aktivitas kita sehari-hari. Abaikan pikiran tersebut. Cara yang paling mudah adalah pikirkan hal yang tidak penting menjadi hal yang kita syukuri. Misalnya daun dipohon begitu indah. Hanya Tuhan yang bisa membuatnya. Kita patut bersyukur karena bisa melihat karya Tuhan. Alihkan pikiran negative kita. Kemudian setelah kita akan damai, mulailah memotivasi diri.

Ciptakan pikiran yang semangat yang memotivasi kita untuk hari ini. Hal-hal apa saja yang membuat kita bahagia, tentram dan damai. Misalnya pergi kekantor dengan selamat. Bekerja dengan sepenuh hati. Belajar lebih serius, Makan makanan sehat. Hal ini tentang bagaimana kita merancang hari ini. Apa aktivitas kita yang membuat kita semangat dan bahagia. Bahkan seperti membantu orang lain walaupun hanya manaruh sampah pada tempatnya.

Setelah rasa percaya diri dan semangat mulai terasa, bentuklah perasaan komitmen dalam diri kita. Komitmen untuk menjadi lebih baik pada diri kita sendiri. Komitmen memberikan yang terbaik pada diri kita sendiri. Ini bukan mengenai orang lain, misalnya demi ayah, ibu, istri atau suami dan anak. Mereka adalah orang yang akan terkena dampak dari komitmen kita. Jika kita berkomitmen pada hal baik maka hal baik pulalah yang akan terjadi. Terutama hubungan kita pada orang terdekat kita. Inilah inti dari meditasi. Meditasi bukan untuk orang lain namun diri kita sendiri untuk menciptakan rasa damai, tentram dan bahagia pada diri kita sendiri. Apapun yang kita tanam dalam pikiran kita sangatlah penting. Hal ini akan membutuhkan waktu. Usahakan selalu menanam pikiran-pikiran positif.

Mulailah mengakhiri meditasi dengan mengingat kembali hal-hal yang kita syukuri. Tersenyumlah dan bukalah mata kita perlahan-lahan. Rasakan keindahan saat kita bisa melihat kembali. Tenangkan sikap kita dan mulailah menjalani hari ini dengan semangat.

Jika dalam waktu beraktivitas pikiran negatif menghantui kita, ingatlah untuk mengabaikannya. Pikirkan hal terkecil yang kita anggap remeh menjadi hal yang patut disyukuri. Jika perasaan kita tiba - tiba sedih, itu adalah hal yang wajar. Pikirkan bahwa dalam meditasi selanjutnya kita akan lebih konsisten. Dengan menjadikan meditasi sebagai rutinitas, hidup kita akan berubah. Ingat ini bukan tentang orang lain namun diri kita sendiri. Tentang pikiran dan perasaan diri kita sendiri.

Isilah waktu luang dengan membaca buku pengembangan diri, berolahraga, membaca buku nutrisi, berkumpul bersama keluarga, belajar, saling membantu dan lainnya. Isilah hari - hari kita dengan kegiatan yang positive. Terutama bagi mereka yang belum bekerja...

Selamat mencoba 😀