Kekuatan dibalik sikap menghargai?

Kekuatan dibalik sikap menghargai?

Apa kita pernah merasa susah untuk bersyukur? Jika saat ini perasaan kita penuh dengan rasa kesal, dendam, sedih atau marah, apa bisa kita bersyukur?

Bagi yang sudah terlatih, maka mereka pasti masih bisa untuk bersyukur karena sudah menjadi kebiasaan. Namun bagaimana dengan kita yang masih belajar untuk bersyukur? Tentu saja kita akan lebih mudah termakan emosi kita sendiri untuk dilampiaskan.

Jika kita tidak bisa melampiaskan emosi kita maka kita akan menjadi pribadi yang tertutup. Kalau ada masalah, bukannya berusaha untuk mencari jalan keluar namun kita makin terpenjara oleh perasaan sedih dan putus asa, tidak percaya diri atau kesal dan dendam bahkan egois dan tidak perduli apapun.

Bahkan dalam seharian, kita rela untuk bersedih atau marah atau kesal, dendam dan merencanakan hal-hal yang tidak baik yang akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Atau kita hanya bisa bersyukur jika yang terjadi adalah hal-hal yang baik, yang membuat kita senang atau saat kita mendapatkan sesuatu yang besar.

Semua itu karena kita kesulitan untuk mensyukuri hidup kita dengan kenyataan terjadi. Apalagi jika kenyataan tersebut adalah sebuah kegagalan.

Lalu bagaimana? Salah satu caranya agar kita mudah bersyukur adalah dengan menimbulkan sikap menghargai. Jika kita merasa marah pada seseorang entah siapapun itu. Kemudian tiba-tiba pikiran kita mencoba untuk tidak marah dengan cara bersyukur, ternyata kita tidak sanggup. Maka mulailah mengingat untuk menghargai hal-hal apa saja yang bisa dihargai dari kejadian tersebut.

Misalnya saja kita marah kepada orang tua, Ingatlah untuk menghargai mereka atas apa yang selama ini mereka beri walaupun saat ini sebenarnya kita masih marah pada mereka. Perasaan menghargai akan memudahkan kita untuk mensyukuri keadaan kita saat ini dan meredam amarah kita. Bersyukurlah masih punya orang tua karena ada orang diluarsana yang hidupnya kesepian karena tidak punya orang tua.

Apalagi jika kita membenci seseorang, menghargai orang yang kita benci justru akan membantu kita untuk lebih fokus tentang kehidupan kita sendiri. Karena kebencian tidak akan membawa kita kemana-mana, malah waktu kita habis sia-sia dengan memikirkan orang tersebut sepanjang hari. Jika kita mencoba untuk menghargai hal-hal positive dari pada fokus membenci, hal itu akan membuat kita merasa lebih ikhlas untuk menerima kenyataan dan melanjutkan kehidupan kita.

Hargailah manusia, tiap-tiap manusia itu berbeda. Jika kita tidak suka pada seseorang diantara kita, kita tidak perlu masuk dalam kehidupan dia. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk terus dan terus dalam emosi kebencian, marah, sedih ataupun kesal terhadap seseorang tersebut.

Karena satu-satunya orang yang paling mengerti kita adalah diri kita sendiri. Berusahalah memperbaiki diri sendiri. Satu satunya orang yang perlu mengerti dan belajar akan situasi adalah diri kita sendiri. Maka katakanlah pada diri sendiri bahwa kita menghargai diri kita sendiri. Dengan begitu kita akan lebih fokus pada perbaikan diri kita sendiri.

Karena kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada orang lain, bukannya dia merubah diri menjadi lebih baik malah justru kita yang terus – terusan merasa kesal, sedih atau marah dan hal itu tidak akan membawa kita kemana-mana.

Sikap menghargai akan lebih mudah dilakukan apabila kita mulai melatih diri untuk menghargai hal-hal yang paling sederhana pada diri kita dan sekitar kita. Saat kita bisa menghargai sesuatu, sekecil apapun itu maka kita akan lebih mudah untuk merasakan rasa syukur.

Contohnya saja saat kita bangun pagi. Mulailah menghargai tidur yang Tuhan berikan, kemudian napas yang masih ada, mata yang masih bisa melihat, badan yang masih dapat bergerak. Kemudian mensyukuri hal-hal tersebut. Karena ada orang diluarsana, yang tidur namun sudah tidak bisa bangun, bergerak, melihat bahkan sulit bernapas. Hargailah Tuhan yang masih memberikan kesempatan hidup normal pada kita dan bersyukurlah.

Jika hari ini kita masih bisa makan, hargailah makanan tersebut dan bersyukurlah. Baju yang kita kenakan hari ini, handphone yang kita punya, air yang kita minum, sepatu yang kita pakai, kendaraan yang kita punya, bahkan dedaunan di pohon dan bunga di taman. Ketika kita mulai menghargai hal-hal sepele yang ada disekitar kita, maka kita akan menemukan banyak hal menjadi mudah untuk disyukuri.

Percayalah hanya dengan hati yang penuh syukur kita akan lebih berbahagia hari ini. Masa lalu biarkanlah berlalu, yang tinggal hanyalah kenangan. Ada kenangan yang pahit dan ada pula kenangan yang manis, ingatlah kenangan sudah bukan kenyataan lagi dan tinggal kita yang harus memilih, apa mau bersedih karena teringat kenangan yang pahit atau  bahagia karena teringat kenangan yang manis.

Apa kita mau waktu kita saat ini di isi dengan kenangan yang pahit? Padahal kita masih ada pilihan untuk mengingat kenangan yang manis?. Jika kenangan tidak membuat kita merasa lebih tenang  maka yang terbaik adalah tidak kembali kekenangan masa lalu. Lupakanlah itu. Karena itu hanya tinggal kenangan dan yang lalu biarlah berlalu.

Buat apa khawatir akan masa depan? masa depan belum tentu ada karena umur hanya Tuhan yang tentukan. Kita hanya hidup pada saat ini dan saat inilah saat yang paling tepat untuk berusaha memberikan hal yang terbaik dalam kehidupan kita dan berbahagia.

Salah satu caranya adalah dengan bersyukur. Untuk bersyukur,  pertama-tama kita harus bisa menghargai apapun dalam kehidupan kita. Apapun itu dalam kehidupan kita, baik itu pekerjaan, berbelanja atau belajar dan lainnya, kitapun akan menjalani hidup kita dengan sepenuh hati.

Marilah mulai menghargai kehidupan kita, dimulai dari menghargai diri kita sendiri…dan saat yang paling tepat adalah saat ini…Istirahatlah jika kita kecapaian, kasihan tubuh kita. Kita harus bisa menghargai tubuh kita sendiri. Hargailah tubuh kita, karena itulah tubuh yang kita punya, kita tidak mungkin memakai tubuh orang lain jika tubuh kita rusak. Jadi jika tubuh kita butuh istirahat maka istirahatlah. Berilah istirahat pada tubuh kita dengan ikhlas, karena semakin kita ikhlas dalam memberi semakin penuh makna dari sikap menghargai yang kita dapat rasakan dan semakin dalam rasa syukur yang kita panjatkan.

Hargailah waktu yang kita punya saat ini dengan dengan melakukan hal-hal yang positive. Percayalah sekecil apapun hal tersebut, jika hal itu adalah hal-hal yang baik. Kita pasti akan merasa bahagia. Terutama waktu luang yang kita bisa digunakan untuk membaca buku, membantu teman, bahkan hanya meditasi untuk menenangkan pikiran, bisa dengan berdoa ataupun hal-hal ringan lainnya seperti berjalan dan menikmati pemandangan.

Ada banyak hal yang bisa kita hargai, semakin kita berlatih, pikiran kita akan semakin terbuka bahwa kita memiliki banyak hal untuk dihargai….terutama diri kita sendiri, kita ini sangat berharga.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *