Apakah kita sedang meremehkan sikap dari percaya diri?

Apakah kita sedang meremehkan sikap dari percaya diri?

Ada kalanya kita bosan dengan kata percaya diri atau confident.

Bosan terjadi karena selama ini kita selalu tidak percaya diri. Bosan karena kita selalu merasa tidak mampu, tidak kuat melihat kenyataan hidup. Sehingga kita menjadi kebal dengan kata percaya diri, kebal untuk mengabaikan kata ini. Bahkan kita mulai alergi jika ada yang menasehati kita bahwa kita harus percaya diri. Karena kita tidak memiliki kepercayaan diri.

Tidak mudah membentuk kepercayaan diri. Tidak mudah kalau tiba-tiba kita disuruh percaya diri saat itu juga. Bahkan hal itu tidak mungkin, bagaimana bisa jika kita baru saja dinyatakan tidak lulus kuliah terus disuruh percaya diri oleh teman kita. Bisa-bisa kita balik mengamuk atau malah bersedih tidak karuan.

Lalu bagaimana solusinya?…

Kita harus memahami cara kerja otak kita ini.

Otak kita bisa kita suruh sesuatu jika ada alasan yang kuat dibalik perintah tersebut. Termasuk jika kita suruh otak kita untuk membuat kita percaya diri. Alasan-alasan ini sangat penting karena tanpa alasan yang jelas, otak kita akan mulai menimbang apakah alasan yang kita punyai itu diterima atau tidak. Maka dari itu, jika kita tidak memiliki alasan yang kuat, rasa percaya diri kita sangat lemah atau mungkin kuat tapi tidak bertahan lama.

Kemudian bagaimana cara memiliki alasan kuat?

Caranya adalah dengan memberikan pengaruh kepada otak itu sendiri.

Contohnya membaca buku, menonton televise atau video, mendengarkan pengalaman hidup orang lain dan sebagainya. Dari segala bentuk informasi yang masuk ke otak kita maka kita mulai bisa membuat alasan.

Akhirnya tergantung kita sendiri, apa kita selama ini mengisi otak kita dengan informasi positive atau malah semua informasi yang selama ini kita serap adalah negative. Itu yang akan menentukan kekuatan alasan kita, kuat kearah positive atau kuat kearah negative.

Terpenting disini adalah bagaimana meningkatkan kepercayaan diri kita kearah yang lebih positive dan tentu saja kita butuh mengisi otak kita dengan alasan – asalan yang positive dengan informasi yang positive pula. Maka tindakan hasil kepercayaan diri kita tersebut juga positive.

Contohnya saja ketika kita dinyatakan tidak lulus. Sebelum kita mendengar apapun kata teman kita atau siapapun itu. Kita harus bisa mengungkapkan alasan kita sendiri. Alasan-asalan yang bisa membuat kita menerima kenyataan pahit ini. Jika sejak awal kita sudah banyak berlatih untuk percaya diri, pasti otak kita mampu untuk menerima kenyataan pahit ini.

Dengan sendirinya otak kita akan berusaha mengingatkan kita dan berusaha menyemangati hidup kita untuk bangkit dari kegagalan. Misalnya saja, tiba-tiba alasan yang muncul adalah kita bisa mengulang setahun lagi dengan niat bahwa kita akan benar- benar belajar. Alasan lainnya adalah berhenti sekolah agar bisa membantu orang tua. Ini adalah system kerja otak kita yang berusaha melindungi diri kita dari hal negative yang kita bisa lakukan.

Kenyataan yang banyak terjadi adalah kita justru meremehkan sikap percaya diri. Padahal yang sebenarnya terjadi ketika kita meremehkan kekuatan kepercayaan diri adalah kita memiliki kepercayaan diri negative yang lebih besar. Saat kita mulai merasa meremehkan, ingatlah untuk berhati-hati. Karena kepercayaan diri ini memiliki kekuatan yang luarbiasa yang bahkan bisa membunuh diri kita sendiri.

Penting dalam hidup kita untuk bisa memilih informasi apa yang membangun hidup kita menjadi lebih baik. Siaran tv apa yang memberi manfaat baik dalam pikiran dan tindakan kita. Penting untuk membaca buku-buku yang memberi kita semangat hidup dan kedamaian. Penting untuk mendengarkan nasehat dari orang-orang yang membuat hidup kita bermanfat. Karena kalau tidak, kita akan menjadi jiwa yang rapuh. Penuh dengan kenegatifan, khawatir, depresi, tidak kuat menerima kenyataan bahkan rela menyakiti sesama hanya untuk sesuap nasi.

Sikap percaya diri yang positive justru sebaliknya, membimbing kita untuk lebih memaknai hidup. Berani menghadapi kenyataan hidup, mampu membayangkan kehidupan yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih tenang, lebih menghargai, lebih bersyukur, lebih bahagia dan lebih damai.

Bagaimana semua kekuatan positive itu bisa kita mulai dapatkan?

  • Pertama-tama mulai mengoreksi diri sendiri, kira-kira tindakan apa yang selama ini sering kita lakukan namun tidak membawa manfaat apa-apa.
  • Jika suka menonton TV, Pilihlah siaran yang kira kira memberi manfaat.
  • Jika suka membaca buku, kumpulkan buku – buku yang memberi kita manfaat positive. Seperti buku tentang nutrisi, pengembangan diri, gaya hidup sehat, atau malah buku-buku keterampilan
  • Jika punya media social, facebook, twitter, instagram, dan aplikasi yang informative, pilihlah timeline-timeline, page-page atau following yang memberikan informasi positive. Karena kalau tidak, ketika kita membuka aplikasi tersebut, ada kemungkinan kita akan melihat informasi yang negative dan mulai membacanya. Bukannya hari kita menjadi lebih baik malah kita dipenuhi pikiran-pikiran yang tidak produktif seperti khawatir, kesal, marah atau malah sedih karena melihat dan membaca informasi tersebut.
  • Jika ada kata motivasi yang bisa menjadi pedoman hidup, kita bisa tuliskan di catatan kita atau ditempel di dinding kamar kita agar kita selalu dapat mengingatnya. Bisa hanya dalam satu kalimat, bisa jadi sebuah doa. Bisa dalam bentuk gambar atau kata-kata ukiran.

Karena otak kita butuh yang namanya pengulangan. Jika terus diulang-ulang dengan hal yang sama maka suatu saat kita akan menjadi ahli.

Pilihlah informasi yang membuat kita semangat hidup setiap hari dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih dan lebih baik kedepannya. Semua tidak terjadi secara instan, perlu waktu…semakin kita mengisi otak kita dengan informasi positive dan bermanfaat. Semakin kita tahu apa yang terbaik untuk hidup kita dan semakin tajam otak kita untuk memberikan alasan-alasan yang memberikan harapan hidup. Disitulah letak kekuatan kepercayaan diri yang sesungguhnya.

Akan selalu ada jawaban dari apa yang terjadi dalam hidup kita, kita hanya belum tahu saja. Ketika kita tahu, disaat itulah kita bisa bersyukur bahwa apa yang terjadi adalah sudah yang terbaik jika kita terus berusaha memperbaiki hidup kita. Kemudian ketika kita jelas dengan apa tujuan hidup kita, jelas apa yang akan kita lakukan, maka rasa percaya diri itu akan membuat kita semangat dan tidak ada seorangpun yang dapat menghentikan kita.

Maka marilah kita focus pada hal-hal yang positive agar tujuan hidup kita juga positive dan kita memiliki yang namanya makna hidup yang lebih terutama untuk kebaikan diri kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *