Seberapa penting rutinitas kita saat ini?

Seberapa penting rutinitas kita saat ini?

Sebutkan manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan rutinitas apapun?

Tidak Satupun

Semua manusia pasti memiliki rutinitas masing-masing. Jika kita di rumah sakit dan ada pasien yang sedang dalam bantuan oksigen. Lalu kita bertanya kepada dokter, “Dokter, orang itu sedang apa?…”. Sang dokter pasti menjawab “ Dia berusaha untuk bernapas..”. Jadi bisa disimpulkan bahwa bernapas adalah sebuah kegiatan yang wajib bagi manusia.

Lalu apa itu rutinitas, rutinitas adalah kumpulan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari dan bernapas merupakan rutinitas wajib manusia. Jika sehari saja kita tidak bernapas, apa yang akan terjadi? Kita sendiri pasti sudah tahu jawabannya.

Kemudian yang menjadi perdebatan disini adalah seberapa penting rutinitas kita saat ini. Karena ini akan menunjukkan bagaimana perasaan kita dalam melalui hari-hari kita. Penting tidaknya sebuah rutinitas itu, kita sendirilah yang paling tahu karena kita sendirilah yang merasakan.

Ada dua orang, sama-sama bermain sepakbola. Apa kedua pemain memiliki perasaan yang sama atas permainan itu? Belum tentu. Pemain pertama mungkin memiliki trauma tentang sepakbola dan sebenarnya saat bermain, dia sedang mengingat masa lalu dan sedih. Pemain kedua sangat bahagia karena sepakbola adalah hobinya sejak kecil.

Intinya kita harus melihat ke diri kita masing-masing. Bukan pada diri orang lain. Apa yang kita rasakan, kitalah sendirilah yang paling tahu.

Penting disini bukan penting dimata orang lain atau siapapun itu, penting disini adalah penting menurut diri kita sendiri. Kita tahu secara pasti akan perasaan apa yang muncul ketika kita melakukan sebuah kegiatan dalam rutinitas kita sehari-hari. Contoh, jika pulang kerja biasanya kita berolahraga kemudian hari ini kita tidak melakukannya. Pasti ada perasaan yang kurang baik atau sedih. Apalagi kalau sampai kita melakukannya berulang-ulang tidak berolahraga. Maka semakin buruklah perasaan kita.

Kemudian kita mulai mendisiplinkan diri, mulai memotivasi diri untuk olahraga kembali. Maka kita merasa perasaan kita menjadi lebih baik dan bahagia. Itu artinya kegiatan tersebut sangatlah penting. Bukan mudah atau sulit sebuah kegiatan yang menjadi patokan apakah kegiatan kita itu penting namun apa yang kita rasakan saat melakukannya.

Selain dari rasa bahagia, ada perasaan-perasaan pencapaian yang bermakna ketika rutinitas yang kita lakukan adalah hal-hal yang positive. Namun pada hal-hal negative seperti merokok, itu hanyalah kebahagiaan sementara. Kita sendiri bisa menjamin, dalam waktu 10 tahun yang akan datang paru-paru kita penuh dengan nikotin dan bernapaspun menjadi sesak.

Siapa yang bisa menjamin kita akan mati muda? Tidak ada yang tahu. Jika kita dikasih umur yang panjang maka sisa umur 10 tahun dari sekarang adalah untuk berobat dan berusaha untuk bernapas dengan normal. Padahal jika kita mengisi rutinitas kita dengan kegiatan yang positive, kebahagiaan pun masih bisa kita rasakan.

Kita sering kali memikirkan tentang kebahagian dalam gambar yang besar, misalnya memiliki yang orang lain punya. Namun kita lupa dengan apa yang kita punyai. Seakan-akan yang kita punya tidaklah berharga. Pemikiran ini membuat kita tidak disiplin dengan rutinitas kita dan membuat kita tidak bahagia. Padahal, memikirkan hal itu tidak merubah apa-apa pada diri kita ditambah lagi kegiatan kita menjadi tertunda bahkan tidak terlaksana.

Kita harus bisa melatih diri kita dengan sikap yang disiplin atas kegiatan apa yang kita lakukan seharian ini agar rutinitas kita bisa terlaksana dengan baik. Karena itu penting untuk mengatur pearasaan agar lebih baik. Untuk itu, kita juga harus bisa mendisiplinkan pikiran kita dari hal-hal yang negative, hal ini perlu latihan, asalkan kita membolehkan diri kita untuk belajar dari kesalahan maka kita pasti bisa melakukannya dengan baik.

Tips:

Perhatikan kegiatan kita sendiri sehari-hari bukan kegiatan orang lain. Biarkanlah mereka melakukan kegiatan mereka sendiri.

Perhatikan perasaan apa yang muncul ketika kita melakukan kagiatan tersebut.

Kita sendiri tahu apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi diri kita sendiri, pilihlah untuk melakukan hal-hal yang positive pada diri kita agar kegiatan kita lebih bermakna.

Catat alasan – alasan yang kuat mengenai mengapa kita melakukan kegiatan tersebut agar ketika pikiran negative muncul, kita bisa mengambil keputusan yang tepat untuk melakukannya atau tidak.

Disiplinkan diri, Jika gagal, coba lagi…Selagi kita masih bernapas, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Karena sebenarnya, orang yang paling dekat dengan kita adalah diri kita sendiri dan orang yang tidak akan pernah meninggalkan kita adalah diri kita sendiri.

Waktu demi waktu akan berlalu, dari mendisiplinkan diri dengan rutinitas yang sederhana, mulailah dengan melihat sisi-sisi apa saja dalam hidup kita yang bisa kita tingkatkan dalam rutinitas kita, mungkin saja dengan belajar hal-hal baru atau membaca buku.

Sekali lagi perhatikan perasaan yang muncul. Karena hanya dengan semangatlah sebuah rutinitas itu terlaksana dengan baik dan membuat perasaan kita menjadi lebih bahagia, bermakna dan damai.

Bersyukurlah senantiasa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *