Kekuatan dibalik sikap menghargai?

Kekuatan dibalik sikap menghargai?

Apa kita pernah merasa susah untuk bersyukur? Jika saat ini perasaan kita penuh dengan rasa kesal, dendam, sedih atau marah, apa bisa kita bersyukur?

Bagi yang sudah terlatih, maka mereka pasti masih bisa untuk bersyukur karena sudah menjadi kebiasaan. Namun bagaimana dengan kita yang masih belajar untuk bersyukur? Tentu saja kita akan lebih mudah termakan emosi kita sendiri untuk dilampiaskan.

Jika kita tidak bisa melampiaskan emosi kita maka kita akan menjadi pribadi yang tertutup. Kalau ada masalah, bukannya berusaha untuk mencari jalan keluar namun kita makin terpenjara oleh perasaan sedih dan putus asa, tidak percaya diri atau kesal dan dendam bahkan egois dan tidak perduli apapun.

Bahkan dalam seharian, kita rela untuk bersedih atau marah atau kesal, dendam dan merencanakan hal-hal yang tidak baik yang akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Atau kita hanya bisa bersyukur jika yang terjadi adalah hal-hal yang baik, yang membuat kita senang atau saat kita mendapatkan sesuatu yang besar.

Semua itu karena kita kesulitan untuk mensyukuri hidup kita dengan kenyataan terjadi. Apalagi jika kenyataan tersebut adalah sebuah kegagalan. Continue reading “Kekuatan dibalik sikap menghargai?”